Warnet RTX 3060 Ti & Monitor 260Hz di Cibinong: Unit Premium Warnet MBG

Kalau kamu mencari warnet dengan kartu grafis RTX di Cibinong, ada kabar baru dari Warnet MBG (Maju Bersama Gamers) di Pabuaran Mekar: selain unit reguler yang selama ini kami pakai, sekarang tersedia unit Premium dengan kartu grafis RTX 3060 Ti dan monitor AOC 27 inci 260Hz. Prosesor, RAM, keyboard, dan headset-nya sama persis seperti unit reguler — yang naik kelas dua komponen itu saja.
Artikel ini menjelaskan apa artinya secara praktis: apa yang benar-benar berubah, game apa yang paling terasa bedanya, dan — sama pentingnya — kapan kamu sebenarnya tidak perlu unit Premium. Kami lebih memilih kamu memilih dengan sadar daripada membayar lebih untuk sesuatu yang tidak kamu pakai.
Apa Itu "Unit Premium" di Warnet MBG?
Unit Premium adalah PC dengan daftar spesifikasi yang sama dengan unit reguler, kecuali dua komponen: kartu grafis dan monitor. Prosesornya tetap AMD Ryzen 5 5500, RAM-nya tetap 16 GB 3200 MHz, keyboard-nya tetap mechanical Rexus Heroic KX5, headset-nya tetap Rexus Thundervox HX90. Satu hal lagi yang juga tidak berubah: resolusi layarnya sama-sama 1080p (Full HD) di kedua kelas — dan itu pilihan yang disengaja, bukan penghematan. Alasannya kami jelaskan di bawah. Rincian dua kelas ini bisa kamu banding-bandingkan langsung di halaman spesifikasi PC.
Dua Komponen yang Berubah
- Kartu grafis — unit reguler memakai NVIDIA GeForce GTX 1650 (arsitektur Turing, 896 inti CUDA, VRAM 4 GB), unit Premium memakai NVIDIA GeForce RTX 3060 Ti (arsitektur Ampere, 4.864 inti CUDA, VRAM 8 GB GDDR6) lengkap dengan inti khusus untuk ray tracing serta DLSS.
- Monitor — unit reguler memakai AOC 24 inci 144Hz, unit Premium memakai AOC 27 inci 260Hz. Layarnya lebih besar (27 inci, bukan 24), dan menyegarkan gambar hampir dua kali lebih sering.
Dua komponen itu sengaja dipasangkan, bukan dipilih acak. Kartu grafis kencang di belakang layar lambat berarti frame yang sudah susah payah dihitung terbuang sebelum sempat terlihat. Sebaliknya, layar cepat di depan kartu grafis lemah berarti refresh rate tingginya jarang terpakai. Di unit Premium keduanya naik bersamaan, jadi tidak ada sisi yang menahan sisi lainnya.
Sekilas Spesifikasi RTX 3060 Ti
Supaya kamu tidak perlu mencari sendiri, ini angka resminya. RTX 3060 Ti dirilis NVIDIA pada Desember 2020, memakai chip GA104 arsitektur Ampere, dengan:
- 4.864 inti CUDA — inti serba guna yang mengerjakan sebagian besar pekerjaan menggambar frame.
- 8 GB memori GDDR6 di jalur 256-bit, dengan bandwidth sekitar 448 GB/detik.
- 38 RT core generasi kedua — inti khusus untuk menghitung ray tracing.
- 152 Tensor core generasi ketiga — inti khusus yang menjalankan DLSS.
Sebagai pembanding, GTX 1650 di unit reguler memakai chip TU117 dengan 896 inti CUDA dan VRAM 4 GB di jalur 128-bit, tanpa RT core maupun Tensor core sama sekali.
Kenapa yang dinaikkan kartu grafis dan monitor, bukan prosesor atau RAM? Karena untuk main game, dua komponen itulah yang paling menentukan hasil akhir yang sampai ke matamu. Kartu grafis menentukan seberapa tinggi setelan grafis yang bisa kamu naikkan dan berapa banyak frame yang dihasilkan; monitor menentukan berapa banyak dari frame itu yang benar-benar sampai ke matamu. Menukar prosesor atau RAM tidak akan memberi lonjakan sebesar itu untuk kebutuhan main game.
GTX 1650 vs RTX 3060 Ti: Bedanya di Mana?
Supaya tidak berhenti di nama produk, ini tiga hal konkret yang membedakannya.
1. Tenaga Mentah untuk Menggambar Frame
Kartu grafis bekerja menggambar setiap frame yang kamu lihat. Semakin tinggi setelan grafis — tekstur, bayangan, jarak pandang, efek pencahayaan — semakin berat pekerjaan itu. Kartu kelas RTX 3060 Ti duduk beberapa tingkat di atas GTX 1650, jadi ia sanggup menggambar frame yang lebih rumit dalam waktu yang lebih singkat. Efek yang paling kamu rasakan: setelan grafis bisa dinaikkan tanpa frame rate langsung terjun.
Satu catatan supaya kamu tidak salah hitung: 4.864 inti CUDA memang sekitar lima kali lipat jumlah inti GTX 1650, tapi itu bukan berarti lima kali lebih kencang. Kedua kartu memakai arsitektur berbeda — Ampere menghitung inti dengan cara yang berbeda dari Turing — jadi jumlah inti tidak bisa dibagi begitu saja jadi angka kecepatan. Anggap saja itu penanda kelas, bukan janji frame rate.
2. Memori Video (VRAM) yang Lebih Lega
VRAM adalah ruang kerja khusus kartu grafis untuk menyimpan tekstur dan aset game. GTX 1650 punya 4 GB — cukup untuk game kompetitif, tapi mulai sesak di game modern bertekstur besar. RTX 3060 Ti punya 8 GB GDDR6, tepat dua kali lipatnya, dan mengalirkannya lewat jalur 256-bit (sekitar 448 GB/detik) — bukan 128-bit seperti kartu reguler. Ruang yang lebih lega itu penting untuk game seperti Marvel Rivals, Genshin Impact, atau GTA V dengan paket tekstur tinggi. Ketika VRAM penuh, gejalanya bukan sekadar fps turun, tapi tersendat-sendat (stutter) yang jauh lebih mengganggu saat duel.
3. Ray Tracing dan DLSS
Kartu seri RTX punya inti khusus yang tidak dimiliki GTX 1650 — pada RTX 3060 Ti jumlahnya 38 RT core generasi kedua dan 152 Tensor core generasi ketiga. RT core bertugas menghitung ray tracing — pantulan dan pencahayaan yang dihitung lebih realistis — sementara Tensor core menjalankan DLSS, teknologi yang merender game di resolusi lebih rendah lalu menaikkannya kembali secara cerdas, sehingga frame rate naik tanpa gambar terasa kabur. Di game yang mendukungnya, DLSS sering jadi cara termurah mendapat frame rate tinggi sekaligus setelan grafis tinggi.
Monitor AOC 27 Inci 260Hz: Setengah Cerita yang Lain
Kartu grafis menghitung frame; monitor menampilkannya. Kalau salah satunya tertinggal, sisanya percuma — dan bagian inilah yang paling sering dilewatkan orang saat membandingkan PC.
Apa Arti "260Hz" Sebenarnya
Angka Hz (hertz) adalah berapa kali layar memperbarui gambar tiap detik. Monitor kantoran biasa 60Hz. Unit reguler kami sudah 144Hz — dua kali lebih sering. Unit Premium naik lagi ke 260Hz.
Yang penting dipahami: monitor adalah batas atas. Kalau kartu grafismu sanggup menghasilkan 240 frame per detik tapi layarmu cuma 144Hz, hampir seratus frame itu dibuang — sudah dihitung, tidak pernah kamu lihat. Di unit reguler, kelebihan tenaga di game ringan memang menabrak langit-langit ini. Di unit Premium langit-langitnya dinaikkan ke 260, jadi tenaga RTX 3060 Ti punya ruang untuk benar-benar terpakai.
Yang Kamu Rasakan di Tangan
Efeknya bukan sekadar "lebih halus dipandang". Ada tiga hal yang terasa konkret:
- Informasi datang lebih awal. Di 260Hz, gambar baru muncul tiap sekitar 3,8 milidetik; di 144Hz tiap sekitar 6,9 milidetik. Musuh yang peek dari tikungan tampil sedikit lebih cepat — kecil, tapi di duel jarak dekat itu selisih yang nyata.
- Bidikan terasa lebih menyatu. Jeda antara gerakan mouse dan gambar di layar mengecil, sehingga tracking dan flick terasa lebih menempel di tangan, bukan seperti mengejar kursor.
- Gerakan cepat lebih terbaca. Saat kamu memutar pandangan dengan cepat, gambar lebih jarang tampak berbayang, jadi mata lebih mudah menemukan target di tengah putaran.
Ukuran layarnya juga naik: 27 inci di unit Premium, dari 24 inci di unit reguler. Bidang pandangnya lebih lega — minimap, indikator amunisi, dan status tim di pinggir layar lebih mudah dilihat tanpa memalingkan kepala — dan di game dunia terbuka, pemandangan sebesar itu jelas lebih enak dinikmati.
Kenapa Resolusinya Tetap 1080p, Bukan 2K atau 4K?
Ini pertanyaan yang wajar begitu mendengar "27 inci" dan "RTX 3060 Ti". Jawabannya: seluruh unit kami — reguler maupun Premium — memakai resolusi 1080p (Full HD), dan itu keputusan yang kami ambil dengan sadar demi satu hal: kecepatan.
Resolusi adalah jumlah piksel yang harus digambar kartu grafis untuk setiap frame. Naik dari 1080p ke 1440p (2K) berarti kartu grafis mengerjakan sekitar 1,8 kali lebih banyak piksel; naik ke 4K berarti sekitar empat kali lipat. Beban itu harus dibayar dari suatu tempat — dan yang pertama jatuh selalu frame rate.
Di sinilah logikanya jadi jelas. Kami memasang layar 260Hz supaya kamu bisa melihat frame sebanyak mungkin. Kalau resolusinya lalu dinaikkan ke 4K, kartu grafis tidak akan sanggup lagi mengisi layar secepat itu — angka fps-nya turun jauh di bawah 260, dan keunggulan yang kami bayar mahal itu terbuang. Sama saja membeli mobil cepat lalu mengisi bagasinya dengan batu.
Untuk apa yang dimainkan di warnet — game kompetitif dan game AAA modern — frame rate tinggi jauh lebih menentukan rasa main daripada jumlah piksel. Di Valorant atau CS2, tidak ada seorang pun yang menang karena teksturnya lebih tajam; yang menang adalah yang gerakannya lebih responsif dan melihat musuh lebih awal. Itu urusan frame rate dan refresh rate, bukan resolusi.
Dan di jarak duduk normal ke layar 27 inci, 1080p tetap terlihat tajam dan nyaman. Jadi prinsipnya sederhana: tajam secukupnya, kencang semaksimalnya. Kalau kamu memang mengejar ketajaman 4K untuk menikmati pemandangan game dunia terbuka, kami sebut terus terang di depan — itu bukan yang kami sediakan di sini.
Tapi Ini Jujurnya: Lompatannya Tidak Sedramatis 60 ke 144
Kami tidak ingin melebih-lebihkan. Lompatan dari 60Hz ke 144Hz adalah perbedaan yang terasa seperti berganti perangkat — hampir semua orang menyadarinya dalam menit pertama. Lompatan dari 144Hz ke 260Hz terasa sebagai penyempurnaan: lebih enak, lebih menempel, tapi tidak akan membuatmu terkesiap. Pemain kompetitif yang sudah terbiasa 144Hz umumnya menyadarinya; pemain kasual sering tidak.
Dan satu hal yang perlu diluruskan: monitor cepat tidak membuatmu otomatis jago. Ia menghapus hambatan antara niatmu dan apa yang terjadi di layar — sisanya tetap soal latihan, game sense, dan ping. Kalau masalahmu selama ini lag jaringan, layar 260Hz tidak akan menolong sama sekali.
Berapa Kenaikan Frame Rate-nya? Jawaban Jujurnya: Tergantung
Kami sengaja tidak memasang tabel angka yang terdengar mengesankan tapi tidak bisa kamu tagih. Besarnya kenaikan sangat bergantung pada game, setelan grafis, peta, dan kondisi server. Yang bisa kami katakan dengan jujur adalah polanya:
- Game kompetitif ringan (Valorant, Point Blank, Mobile Legends, CS2) — di unit reguler pun frame rate sudah tinggi, tapi sebagian kelebihannya menabrak batas layar 144Hz. Di unit Premium, angkanya naik dan layar 260Hz sanggup menampilkannya, jadi kelebihan itu tidak terbuang.
- Game AAA berat (GTA V, Marvel Rivals, Genshin Impact, Where Winds Meet) — di sinilah bedanya paling nyata. Yang tadinya harus diturunkan ke setelan rendah–menengah agar mulus, bisa dinaikkan ke menengah–tinggi.
- Game dengan ray tracing — di unit reguler praktis tidak layak dinyalakan; di unit Premium baru masuk wilayah "bisa dicoba".
Untuk gambaran realistis performa unit reguler, kami sudah menulisnya apa adanya di halaman spesifikasi dan artikel mengenal spek PC gaming Warnet MBG.
Game yang Paling Terasa Bedanya
Dari daftar game yang sudah terpasang, inilah judul-judul yang paling diuntungkan unit Premium:
- GTA V — jarak pandang dan kepadatan lalu lintas bisa dinaikkan tanpa tersendat saat menyetir cepat.
- Marvel Rivals — game hero shooter modern yang rakus VRAM; setelan tinggi terasa jauh lebih stabil.
- Genshin Impact & Where Winds Meet — dunia terbuka besar dengan efek cuaca; kualitas visual naik signifikan.
- Fortnite, Apex Legends, PUBG — bisa main di setelan lebih tinggi tanpa mengorbankan frame rate kompetitif.
- The Sims 4 & eFootball — bukan game berat, tapi setelan visual maksimal jadi terasa gratis.
Kapan Unit Reguler Sudah Lebih dari Cukup
Ini bagian yang jarang ditulis warnet lain, dan justru penting. Kalau yang kamu mainkan adalah Valorant, Point Blank, Mobile Legends, Dota 2, League of Legends, CS2, AyoDance, Roblox, atau Stumble Guys, unit reguler sudah lebih dari cukup — bahkan untuk main ranked. Game-game ini ringan bagi GTX 1650, dan yang lebih menentukan menang-kalah adalah ping, monitor 24 inci 144Hz yang sudah jauh di atas 60Hz kebanyakan warnet, dan tangan kamu sendiri.
Tapi ada satu nuansa yang perlu kami sebut supaya kamu tidak merasa dibohongi belakangan: untuk game-game ringan itu, yang memberi keuntungan di unit Premium bukan kartu grafisnya, melainkan monitornya. RTX 3060 Ti tidak akan membuat Valorant terasa berbeda — game-nya sudah lancar di unit reguler. Yang berbeda adalah layar 260Hz yang menampilkan kelebihan frame itu. Jadi kalau kamu pemain FPS kompetitif yang serius dan mengejar setiap milidetik, unit Premium tetap punya alasan nyata buat kamu; kalau kamu main santai atau sekadar mabar bareng teman, alasan itu praktis hilang.
Jadi kalau kamu datang untuk mabar santai, ambil saja unit reguler mulai Rp7.000/jam. Uang sisanya lebih berguna untuk menambah durasi main lewat paket 3 jam Rp18.000 atau 10 jam Rp45.000 — dan seluruh paket spesial berbasis waktu (Paket Malam, Pagi, Males Mikir) juga ada di kelas reguler. Tips setelan game kompetitif kami tulis terpisah di panduan setting game kompetitif di warnet.
Bukan Cuma Main: Streaming, Rekam, dan Edit
Unit Premium juga menarik untuk pekerjaan yang membebani kartu grafis di luar game itu sendiri. Merekam gameplay, siaran langsung ke platform streaming, atau mengedit video memakai kemampuan encoding kartu grafis — dan kartu kelas RTX menanganinya lebih ringan sambil game tetap jalan mulus. Kalau kamu content creator pemula yang belum punya PC sendiri, satu sesi di unit Premium bisa jadi tempat uji coba yang jauh lebih murah daripada membeli kartu grafisnya.
Yang TIDAK Berubah di Unit Premium
Supaya harapanmu tepat sasaran, ini hal-hal yang sama saja di kedua kelas:
- Ping dan kestabilan internet — ditentukan jaringan, bukan kartu grafis maupun monitor. Kalau keluhanmu lag karena koneksi, unit Premium tidak akan memperbaikinya.
- Prosesor, RAM, keyboard, headset — identik. Ryzen 5 5500, 16 GB 3200 MHz, Rexus Heroic KX5, Rexus Thundervox HX90, sama persis di kedua kelas.
- Resolusi layar — sama-sama 1080p (Full HD). Yang naik di unit Premium adalah ukuran layar (27 inci) dan refresh rate (260Hz), bukan resolusinya — supaya frame rate tetap tinggi.
- Semua game yang terpasang — 32 judul yang sama, tanpa biaya tambahan di kelas mana pun.
- Kenyamanan tempat — ruangan adem, kursi empuk, dan fasilitas yang sama untuk semua pelanggan.
- Jam buka — tetap 24 jam nonstop, termasuk paket malam Rp30.000.
Jadi, Unit Premium Ini Buat Siapa?
Ringkasnya: ambil unit Premium kalau kamu ingin main game AAA di setelan tinggi, ingin mencoba ray tracing atau DLSS, butuh tenaga kartu grafis untuk merekam dan streaming, atau serius di FPS kompetitif dan ingin frame rate tinggi itu benar-benar tampil di layar 260Hz. Ambil unit reguler kalau kamu datang untuk mabar santai, nugas, browsing, atau nongkrong — dan itu berlaku untuk sebagian besar pelanggan kami.
Kalau kamu ragu, ambil saja paket Premium 1 jam Rp9.000 untuk mencobanya dulu. Satu jam cukup untuk membuka game berat favoritmu, menaikkan setelan grafisnya, dan menilai sendiri apakah bedanya terasa buat kamu — jauh lebih murah daripada menebak-nebak.
Ketersediaan: Jumlahnya Lebih Sedikit
Perlu diketahui di depan: unit Premium jumlahnya lebih sedikit daripada unit reguler. Di jam ramai — sore sampai malam, terutama akhir pekan — bisa saja semuanya sedang terpakai. Kalau kamu datang khusus untuk unit Premium, kabari kami dulu supaya tidak sia-sia jalan.
Harga Unit Premium dan Cara Pesannya
Tarif unit Premium kami cantumkan terbuka persis seperti tarif reguler — tidak ada angka yang baru disebut belakangan di kasir. Ada dua pilihan: Rp9.000 per jam, atau paket 5 jam Rp40.000 yang menurunkan tarifnya ke Rp8.000 per jam. Daftar lengkapnya, berikut tombol booking-nya, ada di halaman harga & paket.
Bandingkan sendiri dengan unit reguler yang tarifnya sama sekali tidak berubah: Rp7.000 per jam, 3 jam Rp18.000, 5 jam Rp25.000, 10 jam Rp45.000, plus paket malam Rp30.000. Selisihnya kamu putuskan sendiri di depan — kami tidak memaksa siapa pun naik kelas, dan kalau kamu tidak meminta unit Premium, kamu tidak akan dikenakan tarifnya.
Dua catatan penting supaya kamu tidak salah sangka. Pertama, paket Premium yang tersedia saat ini baru dua: 1 jam dan 5 jam. Kalau kamu butuh durasi lain — misalnya 3 jam atau seharian — tanyakan dulu ke operator, karena daftarnya bisa bertambah. Kedua, seluruh paket spesial berbasis waktu — Paket Malam, Paket Pagi, Paket Nemenin OP, dan Paket Males Mikir — berlaku untuk unit reguler, belum ada versi Premium-nya. Jadi kalau kamu berniat begadang di unit Premium, kabari operator dulu supaya bisa kami hitungkan.
Cara paling praktis memesan: kirim pesan singkat via WhatsApp ke 0851-5705-5730, sebut "mau unit Premium" beserta durasi dan jam kedatangan, lalu operator akan mengonfirmasi unit yang kosong.
Lokasi: Cibinong, Sekitar 100 Meter dari Perbatasan Depok
Warnet MBG ada di Jl. Pekapuran, RT.05/RW.07, Pabuaran Mekar, Kec. Cibinong, Kabupaten Bogor — sekitar 100 meter dari perbatasan Depok, jadi tetap dekat untuk kamu yang datang dari Cilodong, Cilangkap, Bedahan, atau Auri. Rute lengkap beserta patokan jalannya ada di halaman lokasi & rute, dan gambaran suasananya bisa dilihat di galeri. Kalau kamu warga Cibinong dan sekitarnya, ini kemungkinan warnet ber-kartu-grafis-RTX terdekat dari rumahmu.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Apakah semua PC di Warnet MBG sekarang RTX 3060 Ti?
Tidak. Unit reguler tetap memakai GTX 1650 dan monitor AOC 24 inci 144Hz dengan spesifikasi penuh seperti sebelumnya. Unit Premium adalah kelas tambahan, bukan pengganti.
Berapa VRAM kartu grafis unit Premium?
8 GB GDDR6 di jalur 256-bit — dua kali lipat dari 4 GB milik GTX 1650 di unit reguler. Itulah yang membuat game bertekstur besar lebih jarang tersendat.
Monitor unit Premium berapa Hz dan berapa inci?
AOC 27 inci dengan refresh rate 260Hz, sementara unit reguler memakai AOC 24 inci 144Hz. Jadi layarnya naik di dua hal sekaligus: tiga inci lebih besar, dan memperbarui gambar hampir dua kali lebih sering.
Berapa resolusi monitornya? Kenapa bukan 2K atau 4K?
Semua unit — reguler maupun Premium — memakai 1080p (Full HD), dan itu disengaja. Menaikkan resolusi membuat kartu grafis bekerja jauh lebih berat, dan yang pertama turun adalah frame rate. Padahal frame rate tinggi itulah yang menentukan rasa main di game kompetitif, sekaligus alasan kami memasang layar 260Hz. Jadi kami pilih tajam secukupnya, kencang semaksimalnya. Di jarak duduk normal, 1080p di layar 27 inci tetap nyaman dilihat.
Apakah beda 144Hz dan 260Hz benar-benar terasa?
Terasa, tapi jangan berharap sedramatis lompatan 60Hz ke 144Hz. Pemain FPS kompetitif yang sudah terbiasa 144Hz umumnya menyadarinya sebagai gerakan yang lebih menempel di tangan dan musuh yang tampil sedikit lebih awal. Pemain kasual sering tidak merasakan bedanya — dan itu wajar.
Apakah paket spesial seperti Paket Malam atau Males Mikir berlaku di unit Premium?
Belum. Seluruh paket spesial berbasis waktu — Paket Malam, Paket Pagi, Paket Nemenin OP, dan Paket Males Mikir — berlaku untuk unit reguler. Kelas Premium saat ini baru punya dua paket: Rp9.000 per jam dan 5 jam Rp40.000. Kalau kamu ingin sesi panjang di unit Premium, tanyakan dulu ke operator supaya bisa kami hitungkan.
RTX 3060 Ti kan kartu tahun 2020 — apakah masih layak sekarang?
Masih sangat layak untuk medan yang kami pakai. Kartu ini dirilis Desember 2020 sebagai kelas menengah, dan di resolusi Full HD ia masih nyaman menjalankan game AAA modern di setelan menengah–tinggi, apalagi dibantu DLSS. Justru di game kompetitif yang ringan, tenaganya sanggup menembus angka frame yang tinggi — dan itulah yang membuat pasangan dengan layar 260Hz jadi masuk akal. Yang mulai berat baginya adalah resolusi 4K, dan 4K bukan medan yang kami pakai.
Berapa tarif unit Premium?
Rp9.000 per jam, atau paket 5 jam Rp40.000 — setara Rp8.000 per jam. Angkanya tercantum terbuka di halaman harga & paket bersama tombol booking-nya.
Apakah tarif unit reguler naik karena ada unit Premium?
Tidak. Harga unit reguler tetap seperti yang tercantum di halaman harga — mulai Rp7.000/jam, dan paket-paketnya tidak berubah sama sekali.
Kalau saya tidak minta apa-apa, saya dapat unit yang mana?
Unit reguler dengan spek penuh. Unit Premium selalu kamu pilih secara sadar — tidak ada sistem untung-untungan di sini.
Apakah unit Premium membuat ping saya lebih kecil?
Tidak. Ping ditentukan koneksi internet dan jarak ke server game, bukan kartu grafis.
Bisa pesan beberapa unit Premium untuk rombongan?
Bisa ditanyakan, tapi karena jumlahnya terbatas, sebaiknya kabari beberapa jam sebelumnya via WhatsApp supaya kami sisakan unit yang berdekatan.
Kalau unit Premium penuh, apa yang terjadi?
Kami akan menawarkan unit reguler atau memberi tahu perkiraan jam kosongnya. Kamu tidak akan dikenakan tarif Premium untuk unit reguler.
Kesimpulan
Kehadiran unit Premium ber-RTX 3060 Ti dan monitor 27 inci 260Hz membuat Warnet MBG bisa melayani dua kebutuhan sekaligus: mabar yang murah dan lancar di unit reguler mulai Rp7.000/jam dengan monitor 24 inci 144Hz, dan game AAA setelan tinggi plus frame rate yang benar-benar tampil di unit Premium Rp9.000/jam atau 5 jam Rp40.000. Dua-duanya di tempat yang sama, dengan ruangan adem dan buka 24 jam.
Pilih sesuai kebutuhan — dan kalau masih bingung, tanya saja langsung ke operator kami. Cek dulu perbandingan spesifikasi kedua kelas, lihat daftar game, atau baca FAQ sebelum datang. Selamat main — Warnet MBG.
Artikel Lainnya
Tempat Begadang di Bogor: Kenapa Warnet 24 Jam Lebih Masuk Akal
Begadang butuh tempat terang, aman, dan ada kegiatannya. Di sisi utara Kabupaten Bogor jawabannya satu: warnet 24 jam dengan Paket Malam Rp30.000.
Warnet Cikaret Murah: Hitungan Jujur Biaya Main buat Warga Cikaret
Warnet Cikaret termurah yang speknya sepadan: hitungan per jam Warnet MBG terjun lewat paket — plus trik memilih jam & paket biar makin irit.
Tempat Main Game di Cilodong: Markas Mabar 144Hz yang Buka Nonstop
Warga Cilodong tidak perlu jauh buat main: 30+ game siap login, monitor 144Hz, kursi buat satu squad — dan semuanya cuma di seberang garis batas.